Abdullah Sungkar : ”Saya Hanya Mengkritisi” LPJMD Bukan Mau Menjegal

Sabtu, 9 Agustus 2014

Kami hanya Mengkritisi muatan  dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah (LPJMD), meskipun kita belum membaca keseluruhan secara detail namun, dilihat dari angka-angka capaian yang diajukan oleh Pemerinta Kota (Pemkot) Tegal ternyata masih flat atau hanya mengikuti trend, sementara jargon yang diunggulkan oleh Pemkot Tegal adalah Pelayanan Prima.

 

Untuk menekan angka kemiskinan dan penggaguran tentu motor penggeraknya adalah sektor ekonomi terutama pada sektor industri dan perdagangan. Pada angka-angka industri dan perdagangan tersebut pada lima tahun kedepan dilihat oleh Abdullah Sungkar capaiannya masih mengikuti trend, mengikuti kecenderungan statistik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Tegal, Abdullah Sungkar SE ST MT usai megikuti pemaparan Walikota Tegal, Hj Siti MAsitha Soeparno terhadap Racangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Tegal tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tegal 2014-2019 di ruang Komisi II DPRD Jl Pemuda Kota Tegal Kamis siang kemarin (7/8).  

”Saya tidak melihat ada kemauan yang kuat untuk meningkatkan potensi ekonomi Kota Tegal yang signifikan, ini yang kami sebagai anggota DPRD mengkritisi dan saya sebagai anggota DPRD berhak untuk mengkritisi. Saya hanya membaca apa yang disodorkan oleh Pemerintah Kota, datanya juga dari Pemkot Tegal.”

Abdulllah Sungkar memberikan penilaian bahwa angka-angka didalam capaian lima tahun kedepan masih banyak angka yang cenderung flate, cenderung mengikuti angka lima tahun sebelumnya saat Walikota Tegal di jabat oleh Ikmal Jaya SE Ak, sementara yang kita harapkan pada lima tahu kedepan terjadi ada peningkatan yang lebih signifikan.

Seharusnya target sedikit lebih tinggi dari lima tahun sebelumnya untuk memotifasi jajaran birokrasi untuk bekerja lebih keras, kalau angka hanya mengukti trend dan dasarnya hanya mengikuti statistik maka tanpa kerja keraspun target pasti tercapai. 

Abdullah Sungkar menyarankan untuk Pemkot, kalau tidak bisa menerima apa yang telah disampaikan silahkan pelajari kembali datanya yang telah diberikan kepada DPRD, kalau mau dirubah silahkan. ”Saya tidak mau mengomentari penyebab kemarahan Walikota,” Tuturnya mengakhiri. – (NM)