DPRD Sesalkan Terjadinya Kasus Pemukulan Siswa SUPM Hingga Tewas

Peristiwa tewasnya siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Kota Tegal, Galih Masrukhi (16) akibat dipukuli seniornya menimbulkan keprihatinan dari sejumlah kalangan, termasuk anggota DPRD Kota Tegal. Pasalnya, tindakan tersebut dinilai sudah jauh menyimpang dari dunia pendidikan.

 

Wakil Ketua Komisi I DPRD, Harun Abdi Manaf, Selasa (25/6) mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan adanya peristiwa tersebut. Hal itu sebagai bukti sekolah gagal menerapkan pendidikan yang berkarakter yang memiliki sifat kebersamaan dalam proses belajar mengajar. Sebab, dalam peristiwa itu ada siswa sampai meninggal. Oleh karena itu, peranan guru bimbingan konseling (BK) dan guru agama harus terus ditingkatkan. "Sekolah harus mengevaluasi tentang sistem pembinaan siswa antar sekolah maupun siswa lain sekolah," tegasnya.

Dia mengemukakan, karena dalam peristiwa tersebut sudah berhubungan dengan tindakan kriminal, maka aparat kepolisian harus bentindak. Pihak sekolah tidak hanya cukup memberikan sanksi dikeluarkan bagi siswa yang terbukti melakukan karena hal itu tidak memberikan efek jera. "Harus ada sanksi hukum. Sebab, tindakan itu bukan mencerminkan tindakan siswa," katanya.

Hal serupa juga disampaikan Anggota Komisi I DPRD, Sutari. Menurut dia,  ada sanksi tegas terhadap pelaku perlu dilakukan untuk memberikan efek jera agar peristiwa semacam itu tidak terulang kembali. Bahkan, bila perlu pemerintah mendirikan sekolah dalam penjara. "Untuk tindakan antisipasi perlu ada pengawasan dan pembinaan, sehingga tindakan kekerasan antar angkatan maupun antar siswa harus dihilangkan," katanya. (wawan)