10 Tenaga Honorer Pemalsu Dokumen Harus Dibatalkan

Komisi I DPRD Kota Tegal meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Tegal agar berani membatalkan atau menghentikan pemberkasan registrasi tenaga honorer yang terindikasi melakukan pemalsuan dokumen persyaratan dalam seleksi CPNS. Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPRD Kota Tegal, Sutari SH, Kamis (26/6).

 

Menurut Sutari, pernyataannya itu merupakan tanggapan resmi dari adanya informasi yang mengatakan Pemkot Tegal mendapat laporan resmi dari Forum Silaturahmi Tenaga Honorer (Fostah) tentang adanya 10 tenaga honorer menggunakan dokumen persyaratan palsu yang dinyatalan lolos dalam seleksi CPNS .

“Jika indikasi yang dilaporkan oleh Fostah itu terbukti, maka Pemkot harus berani tegas menghentikan pemberjkasan terhadap tenaga honorer yang bersangkutan,” kata Sutari.

Sementara,, wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal H Harun Abdimanaf SH mengatakan, sanksi tegas tidak hanya diberikan kepada tenaga honorer yang menggunakan dokumen palsu, namun hendaknya Pemkot juga memberikan sanksi tegas kepada oknum yang membuatkan dokumen persyaratan palsu itu.

“Oknum pembuat dokumen palsunya juga harus ditindak tegas. Apakah dia seorang Kepala Sekolah atau Kepala Dinas atau staf dinas,” kata Harun.

Sebelumnya, dalam raker bersama Komisi I DPRD Kota Tegal belum lama ini, Kepala BKD Kota Tegal, Dyah Triastuti mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan validasi terhadap semua dokumen milik tenaga honorer K2 yang dinyatakan lolos seleksi CPNS. Terkait laporan Fostah, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan berkas-berkas dokumen tenaga honorer yang dimaksudkan.

Dyah  juga menjelaskan bahwa tenaga honorere katagori K2 yang mengikuti tes pada 5 November 2013 ada 355 orang dan yang dinyatakan lulus 143 orang. Maka Pemkot tegal harus memikirkan sisa tenaga honorer K2 yang belum terakomodir menjadi CPNS. Dari jumlah honorer K2 yang luilus, 2 orang meninggal dunia dan 3 orang mengundurkan diri karena mengakui telah menggunakan persyaratan dokumen palsu. “Kami akan tindak tegas jika mereka terbukti seperti apa yang dilaporkan oleh Fostah,” tegasnya. (Riyanto Jayeng)