Anggaran Untuk Alokasi Program RTLH Harus Ditambah

Ribuan rumah warga Kota Tegal yang masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan mendesak untuk ditangani. Namun, selama ini persoalan tersebut belum bisa ditangani secara maksimal karena masih terkendala dengan jumlah anggaran minimal. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD, Anshori Faqih, kemarin.



Menurut dia, pihaknya meminta Pemkot Tegal agar menambah alokasi anggaran untuk program RTLH, sehingga program itu bisa berjalan lancar. "Kami telah beberapa kali menyampaikan penanganan masalah RTLH perlu dilakukan secara serius. Sebab, masyarakat yang menempati RTLH hingga kini masih banyak. Mereka tersebar hampir di seluruh kelurahan di empat kecamatan di Kota Tegal. "Jumlah anggaran untuk renovasi RTLH saat ini masih minim dan hanya cukup untuk pembelian material. Sementara itu, biaya untuk pembangunannya belum ada. Kondisi demikian, menyebabkan masyarakat kesulitan memperbaiki rumah," katanya.

Anshori mengemukakan, seharusnya selain mendapat bantuan untuk pembelian material, warga juga mendapat biaya tambahan untuk perbaikan rumah. Dengan demikian, warga Kota Tegal bisa memiliki tempat tinggal layak. Selain masalah alokasi anggaran yang minim, program RTLH juga masih terganjal pada persoalan kepemilikan tanah. Sebab, bukti kepemilikan menjadi salah satu dasar dalam memberi bantuan kepada pemilik RTLH.

Sementara itu, sesuai data tahun 2016 jumlah RTLH yang perlu di rehab di Kota sekitar 2.030 rumah. Terkait hal itu, sebelumnya Plt Wali Kota Tegal, Nursholeh menyampaikan, Pemkot Tegal terus berupaya melakukan rehab terhadap RTLH dan diharapkan pada 2019 mendatang bisa dientaskan. ""Kita targetkan akan merehab sebanyak 622 di tahun 2018," katanya.

Sedangkan, Plt Sekda, Yuswo Waluyo menambahkan, pada tahun 2018 untuk penanganan RTLH Pemkot Tegal akan mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat. Dana itu untuk merehab sekitar 93 rumah.(WN)