Pemkot Siap Genjot PAD dari Pajak dan Retribusi

Rabu 22 November 2017

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tegal Nursholeh menyatakan, siap untuk lebih mendongkrak capaian sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi daerah. Keterangan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal, tentang Penyampaian Jawaban atas Pandangan Umum enam Fraksi, Rabu (22/11).

Nursholeh mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk lebih meningkatkan potensi sumber PAD. Diantaranya, dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah. Kemudian, peningkatan penyertaan modal serta pengelolaan kekayaan daerah melalui jasa giro, penjualan, sewa, dan kerjasama pemanfaatan barang milik daerah.

"Melalui tiga upaya tersebut, diprediksi potensi PAD pada 2018 bisa meningkat dengan kisaran 5,33 sampai 5,93 persen," jelasnya.

Terkait penyebab merosotnya PAD dalam RAPBD 2018 berasal dari komponen retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dari bagian laba atas penyertaaan modal. Yakni, dari Bank Jateng serta aset manajemen unit (AMU) dan lain-lain PAD yang sah dari bunga deposito. Sedangkan, dari komponen dana perimbangan penurunan bersumber dari dana bagi hasil pajak atau dana bagi hasil bukan pajak dan DAK.

"Terkait kenaikan belanja daerah, didominasi belanja pegawai meliputi tunjangan, serta penerimaan lain untuk pimpinan dan anggota DPRD serta insentif pungutan pajak daerah," terangnya.

Melalui penyampaian jawaban atas pandangan umum fraksi pihaknya juga berharap pengajuan rancangan APBD 2018 bisa disampaikan tepat waktu. Sehingga, dalam pembahasan akan lebih matang dan terperinci dan menjadi tanggung jawab bersama antara eksekutif dan legislatif.(RJ)