APBD Kota Tegal 2018 Defisit Rp 90 Milyar

Senin 20 November 2017

Secara umum Anggaran Belanja Daerah Kota Tegal, pada Tahun Anggaran 2018 direncanakan sebesar Rp 1.074.587.574.000 yang terdiri dari belanja tidak langsung direncanakan sebesar Rp 471.402.308.000 dan belanja langsung direncanakan sebesar RP 603.185.266.000. Dari perangkaan tersebut maka deficit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018 direncanakan sebesar Rp 90.763.757.000.

 

Keterangan tersebut disampaikan oleh Plt Walikota Tegal, HM Nursholeh, saat Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal, dengan Agenda Pengantar Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Tegal, tentang APBD Kota Tegal, Tahun Anggaran 2018, di ruang Paripurna DPRD Jalan Pemuda Kota Tegal, Senin (20/11).

Pendapatan Daerah pada tahun anggaran 2018 direncanakan sebesar Rp 983..823.817 yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 292.882.561.000. Sedangkan dana perimbangan direncanakan sebesar Rp 640.431.553.000 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar Rp 50.509.703.000.

Untuk anggaran pembiayaan daerah pada tahun anggaran 2018 terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar RP 102.083.757.000. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 11.320.000.000. Nursholeh berharap komitmen bersama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga dan dapat terlaksana dengan baik melalui kebijakan program pemerintah daerah yang pro rakyat.

Dalam rangka menyongsong tahun politik 2018 Nursholeh berharap agar seluruh komponen masyarakat dapat menjaga kondusifitas daerah sehingga aktivitas masyarakat dan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

”Tahun 2018 merupakan tahun ke empat pemerintahan saya dan di tahun itu pula akan dilaksanakan penyusunan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir tahun anggaran dan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir masa jabatan. Dengan demikian walaupun tahun 2018 politik dengan frekuensi kesibukan yang tinggi, namun saya berharap kerjsama yang baik hingga agenda penyelanggaraan pemerintahan daerah dapat berjalan lancar,” pungkas Nursholeh.(RJ)