Rekanan Proyek GOR Mini Terancam Diputus Kontrak

Kamis 16 November 2017

Rekanan yang mengerjakan proyek GOR Mini tahap 2 akan diputus kontraknya apabila hingga akhir Desember 2017 tidak sanggup menyelesaikan pekerjaannya. Hal itu ditegaskan oleh Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora), Ir Gito Mursriyono, Kamis (16/11).

 

Menurut Gito, hal itu disampaikan mengingat dalam pelaksanaan pekerjaan dinilai masih terlambat. Saat ini volume pekerjaan diperkirakan masih dibawah 50 persen. Sementara, sisa waktu yang tersedia untuk penyelesaian pekerjaan semakin mepet.

"Kami juga sudah melayangkan surat peringatan kepada kontraktor agar pelaksanaan pekerjaan bisa dipercepat," katanya.

Gito menyarankan, agar pembangunan bisa selesai tepat waktu, maka kontraktor harus menambah jumlah tenaga kerja dan melakukan lembur. Dengan demikian, capaian volume pekerjaan bisa sesuai dengan time schedule yang telah ditentukan.

Terkait hal itu, sebelumnya Ketua DPRD, Edi Suripno mengaku kecewa terhadap pelaksanaan pembangunan GOR Tegal Selatan. Sebab, tenggat waktunya hampir berakhir namun progres realisasi pekerjaan masih minim. Selain itu, saat tinjauan ke lokasi proyek beberapa waktu lalu, juga masih ditemukan banyak fasilitas yang perlu dibenahi. Oleh karena itu, instansi terkait harus melakukan pengawasan secara ketat, sehingga pelaksanaan pembangunan sesuai dengan rencana kerja.

“Kami minta agar pembangunan bisa selesai tepat waktu. Kami juga akan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membahas persoalan ini," tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD, Sodik Gagang. Menurut dia, apabila dalam pembangunan GOR Tegal Selatan tidak bisa selesai tepat waktu, maka Pemkot harus melakukan langkah tegas. Yakni, pemutusan kontrak sesuai dengan ketentuan. "Kami meminta kontraktor pelaksana pembangunan bisa bekerja maksimal dan bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan," katanya. (RJ)