Baliho Calon Walikota Mulai Marak

 Rabu 15 November 2017

Menjelang perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil Walikota yang bakal digelar secara serentak pada 17 Juni 2018 mendatang Jalan protokol Kota Tegal, marak dengan baliho dan banner para kandidat baik Bakal Calon (Balon) Gubernur-Wakil Gubernur dan Walikota-Wakil Walikota.

Baliho Balon Walikota dan Wakil Walikota Tegal, yang terpasang di beberapa jalan protokol Kota Tegal mendominasi dibanding baliho dan banner Balon Gubernur-Wakil Gubernur.

Meskipun belum dapat rekomendasi dari partai manapun, para kandidat saling berlomba mempopulerkan diri untuk mendongkrak elektabilitas dengan berbagai jargon dan tampilan menarik berharap mendapat simpatik dari masyarakat atau pemilih.

"Dengan maraknya benner para kandidat, Satpol PP Kota Tegal, pernah menertibkan sehari sedikitnya 300 benner ukuran 40x70 cm yang ada di jalan porotokol selama 2 hingga 3 bulan berjalan," kata Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Kota Tegal, Heri Kurniawan saat ditemui di kantornya.

Untuk benner sesuai Perda Nomor 2 tentang PPLH Penyelenggaraan Perlindungan Lingkungan Hidup tidak boleh memaku di pohon dan Perwal Nomor 2 tahun 2012 tidak boleh memasang benner di pohon, jelas Heri Kurniawan.

Penertiban baliho dan benner sifatnya pembinaan bagi para pemasang dengan memanggil pihak bersangkutan dan benner bisa diambil kembali setelah memenuhi ijin dan kewajiban membayar pajak reklame. Hasil kegiatan penertiban reklame yang dilaksanakan tim gabungan dari Satpol PP, Diperkim, Bakeuda, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), LH dan PUPR Kota Tegal, mendapati benner Balon Kepala Daerah yang tidak berijin dan menempatkan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

"Untuk saat ini pemasangan baliho dan benner para kandidat Balon Walikota dan Wakil Walikota di Kota Tegal, yang jelas lebih tertib dibanding dengan Pilkada sebelumnya," tutur Kepala DPM PTSP Kota Tegal, Bajari. (RJ)