Masyarakat Diminta Ikut Awasi Proses Pilkada

Rabu 1 November 2017

Masyarakat Kota Tegal diharapkan dapat terlibat aktif dalam pengawasan proses pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Tegal yang diagendakan akan digelar serempak bersama Pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada Juni 21018 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tegal, Nurbaeni belum lama ini.

 "Selama ini sering terjadi masyarakat sebetulnya mengerti apa yang dilihat atau diketahuinya merupakan sebuah pelanggaran. Namun, mereka masih enggan untuk melaporkannya," katanya.

Nurbaeni mengatakan, hal itu terjadi karena beberapa faktor, seperti karena takut atau tidak mau memberikan bukti pelaporan. Padahal, Panwaslu bisa menindaklanjuti temuan mereka apabila syarat-syarat materiil dan syarat formal dipenuhi. Beberapa syarat materiil dan syarat formal yang harus dipenuhi saat pelaporan yakni identitas pelapor jelas, data terlapor dan materi yang dilaporkan.

"Setelah pelapor bisa melengkapi biodata pelapor dan terlapor jelas, serta didukung dengan data-data atau bukti, baru kemudian akan ditindaklanjuti. Panwaslu dengan memanggil pelapor dan terlapor ditambah saksi-saksi untuk mengadakan klarifikasi,"jelasnya. Lebih jauh Nurbaeni menjelaskan, apabila dalam proses klarifikasi terjadi kesepakatan maka Panwaslu akan membuat berita acara, namun apabila tidak terjadi kesepakatan maka Panwaslu akan membuat putusan melalui kajian-kajian terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan.

"Dalam menjalankan tugas Panwaslu akan merujuk kepada undang-undang yang berlaku. Apabila terbukti ada pelanggaran maka amar putusan diambil berdasarkan pada dasar hukum yang ada. Setelah itu Panwaslu akan mengeluarkan rekomendasi. Jadi masyarakat tidak perlu takut apabila menemukan indikasi pelanggaran dalam pemilu," paparnya. (RJ)