Dongkrak PAD Dengan Pajak dan Retribusi

Dalam rangka mendongkrak capaian sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Tegal akan menyiapkan sejumlah strategi. Antara lain, dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah. Hal itu disampaikan Plt Wali Kota Tegal, Nursholeh saat Rapat Paripurna DPRD tentang Penyampaian Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi DPRD, Rabu (22/11).



Menurut dia, selain strategi tersebut, juga akan dilakukan peningkatan penyertaan modal serta pengelolaan kekayaan daerah melalui jasa giro, penjualan, sewa dan kerjasama pemanfaatan barang milik daerah. "Melalui  upaya tersebut diprediksi potensi PAD pada tahun 2018 bisa meningkat dengan kisaran 5,33 persen - 5,93 persen," katanya.

Nursholeh menyampaikan, terkait penyebab merosotnya PAD dalam RAPBD Tahun 2018 berasal dari komponen retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dari bagian laba atas penyertaaan modal. Yakni, dari Bank Jateng serta Aset Manajemen Unit (AMU) dan lain-lain PAD yang sah dari bunga deposito. Sedangkan, dari komponen dana perimbangan penurunan bersumber dari dana bagi hasil pajak atau dana bagi hasil bukan pajak dan DAK. "Terkait kenaikan belanja daerah, didominasi belanja pegawai meliputi tunjangan, serta penerimaan lain untuk pimpinan dan anggota DPRD serta insentif pungutan pajak daerah," terangnya.

Dia menambahkan, melalui penyampaian jawaban atas pandangan umum fraksi pihaknya juga berharap pengajuan rancangan APBD Tahun 2018 bisa disampaikan tepat waktu. Sehingga, dalam pembahasan akan lebih matang dan terperinci dan menjadi tanggung jawab bersama antara eksekutif dan legislatif. (WN)