Enam Fraksi DPRD Soroti Tentang Penurunan Target PAD

Penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam RAPBD Tahun 2018 menjadi sorotan seluruh fraksi di DPRD Kota Tegal. Oleh karena itu, enam fraksi DPRD meminta Pemkot Tegal untuk melakukan efisiensi anggaran belanja daerah. Sebab, dalam RAPBD Tahun 2018 untuk PAD diprediksi menurun menjadi Rp 292.882.561.000 dibandingkan PAD Tahun 2017 senilai Rp 310.927.508.000.



Hal itu disampaikan juru bicara dari enam fraksi di DPRD, yakni Fraksi Partai Golkar, Sudarso, Fraksi PKS, Untung Purwadi, Fraksi PDIP, Rosalina, Fraksi PKB, Yusuf Al Baihaqi, Fraksi Demokrat Bersatu, Riana Santy dan Fraksi Pantura, Nur Fitriani dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi, Selasa (21/11).

Dalam kesempatan itu, juru bicara Fraksi PKS, Untung Purwadi mengatakan, terkait kenaikan kebutuhan belanja daerah dalam RAPBD Pemkot Tegal Tahun 2018 harus dijabarkan pada semua variabel yang mengalami kenaikan. Sebab, jika dibandingkan antara PAD Tahun 2018 yang merosot, sementara belanja pegawai naik bagaimana hubungan logika efisiensi dan efektifitas penganggaran daerah. "Untuk menghasilkan pembahasan RAPBD yang berkualitas serta dapat dipertanggungjawabkan Pemkot Tegal diminta untuk lebih cermat dan teliti, sehingga dalam pembahasan tidak tergesa-gesa untuk lebih mematangkan perencanaan sesuai kebutuhan daerah," tegasnya.

Juru bicara Fraksi Demokrat Bersatu, Riana Santy menyampaikan, dengan adanya defisit anggaran dalam RAPBD Tahun 2018 Pemkot Tegal diminta untuk lebih bijak dalam pengelolaan belanja daerah. Tujuannya, agar alokasi belanja dilaksanakan dengan efisien, efektif, dan diprioritaskan pada program yang mengutamakan kesejahteraan rakyat. "Untuk optimalisasi sumber PAD, harus ada kajian khusus terkait proyeksi semua pos PAD untuk lebih mendongkrak capaian PAD dalam mengantisipasi defisit anggaran," katanya.

Sementara itu, juru bicara Fraksi PDIP, Rosalina menambahkan, selain butuh kajian evaluasi terkait sumber potensi PAD dan efisiensi belanja daerah pihaknya juga berharap Pemkot Tegal lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran. Menurut dia, memasuki tahun politik tahun 2018 Pemkot Tegal diharapkan lebih lebih memperketat pengawasan terkait penggunaan anggaran agar sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. "Pencanangan program dalam RAPBD Tahun 2018 harus bisa diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.(WN)