Masyarakat Diminta Waspadai Tiga Sungai Besar yang Melintasi Kota Tegal

Tiga Sungai besar yang melintasi Kota Tegal, yaitu Sungai Ketiwon, Kemiri dan Kaligangsa harus diwaspadai. Sebab, setiap musim penghujan seperti tahun - tahun sebelumnya sungai tersebut sering meluap, sehingga merendam permukiman warga yang berada di sekitarnya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD, Sutari, kemarin.



"Pemkot Tegal dan masyarakat harus bersama-sama melakukan pemantauan terhadap debit air ketiga sungai tersebut. Selain itu, warga yang tinggal di sekitarnya untuk selalu waspada. Apabila sewaktu-waktu terjadi banjir secepatnya melapor, sehingga bisa dilakukan penanganan, termasuk mengevakuasi warga ke tempat yang aman," ujarnya.

Menurut dia, setiap terjadi musim penghujan, sejumlah wilayah di Kota Tegal rawan terjadi banjir. Antara lain, Kelurahan Kalinggangsa, Kalinyamat Kulon, Cabawan, Muarareja, Tegalsari, Panggung dan Mintaragen. Oleh karena itu, warga di daerah tersebut harus tetap waspada. "Kami juga mengimbau kepada masyarakat menggalakan gotong royong serta kerja bakti untuk membersihkan lingkungan termasuk saluran air sebagai langkah antisipasi penanganan banjir," katanya.

Terkait hal itu, Plt Kepala BPBD, Andri Yudi Setiawan menyatakan, dalam rangka mengantisipasi bencana banjir, pihaknya telah mengadakan pelatihan kapasitas manajemen penanggulangan bencana selama tiga hari mulai 28 - 30 Oktober 2017 bertempat di lingkungan Polder Bayeman, Kaligangsa, Kota Tegal. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 60 peserta dari unsur perangkat kelurahan/kecamatan dan masyarakat.

Menurut dia, materi pelatihan meliputi, dasar-dasar manajemen penanganan bencana, mitigasi, dasar teknik pemadaman api, pengoperasian dapur umum, Medical First Rempongin (MFR), pengenalan dan teknik pendirian tenda pengungsi, Water Rescue dan simulasi tanggap darurat bencana."Melalui pelatihan ini diharapkan menambah wawasan dan kemampuan aparatur di lapangan dan masyarakat untuk berperan aktif dalam penanggulangan bencana di Kota Tegal," katanya.

Dia mengemukakan, untuk kegiatan tersebut pihaknya juga mendatangkan pelatih dari BNPB RI, BPBD Provinsi Jateng, pejabat BPBD, Tagana, pelatih dari Damkar dan tenaga ahli dari RSUD dokter Soesilo. Seluruh peserta diharapkan dengan pengetahuan dan pengalaman yang didapat selama pelatihan hendaknya dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan penanggulangan bencana di Kota Tegal. Selain itu, juga mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat Kota Tegal tentang pentingnya pencegahan dini terhadap bencana.(WN)