KPU dan Panwaslu Tidak Perlu Bersikap Arogan

”Gelaran pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baik Gubernur-Wakil Gubernur dan Walikota-Wakil Walikota di 2108 mendatang, Komisi Pemilihan Umum  (KPU) dan Panitia Pangawas Pemilihan Umum (Panwaslu) meskipun independen dan mandiri juga tidak perlu bersikap arogan, karena itu hanya sebatas tugas dan fungsi yang diembannya. Independensi dan kemandirian bukanlah bersifat ekslusif tetapi tetap memerlukan komunikasi , kordinasi, keterpaduan dan dukungan dari segenap komponen yang ada.”

 

Keterangan tersebut disampaikan oleh Plt Walikota Tegal, HM Nursholeh pada acara Rapat Kordinasi (Rakor) Panitia Pengawas (Panwas) Kota Tegal, dengan stakeholders dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur  Jawa Tengah dan pemilihan Walikota-Wakil Walikota Tegal, Tahun 2018 di Hotel Bahari Inn Kota Tegal, Rabu 08 November 2017.

Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) perlu dijaga agar dalam tubuh PNS tidak lagi terpecah belah dan tidak muncul loyalitas ganda yang pada akhirnya justru mengganggu keadilan tugas PNS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

”Saya minta kepada seluruh warga masyarakat Kota Tegal, di Pilkada mendatang untuk dapat mengendalikan diri dalam menberikan dukungan dan aspirasi politiknya dengan tidak melakukan tindakan anarkis, hindari gesekan, jangan saling gasak, jangan saling gosok,” Pungkas Nursholeh.-(NM)