Pemkot Didesak Kaji Ulang Pelaksanaan Perwal Karaoke

Selasa 3 Oktober 2017

Sejumlah anggota Komisi II DPRD mendesak Pemkot Tegal untuk melakukan kajian ulang terhadap perizinan tempat hiburan karaoke. Hal itu dilakukan menyusul adanya seorang pemandu lagu yang meninggal di tempat karaoke. Dalam peristiwa tersebut dinilai terdapat dua kesalahan fatal sekaligus pelanggaran berat tentang mekanisme izin operasional tempat hiburan karaoke.

Menurut perwakilan Komisi II DPRD, Hendria Priatmana, kemarin, adanya hal itu pihaknya mempertanyakan kinerja Tim Adhoc dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tegal. Sebab, dalam proses pengurusan perizinan karaoke mengacu ketentuan Peraturan Wali Kota (Perwal) No. 7 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Usaha Tempat Hiburan dan Karaoke. Dalam Perwal tersebut terdapat larangan tegas tidak boleh menyediakan miras maupun pemandu lagu bagi tempat hiburan karaoke.

“Kalau sudah ada korban meninggal bagaimana proses verifikasi perizinan dan tinjauan lapangan dari Tim Adhoc?" tegasnya.

Hendria mengatakan, Pemkot Tegal harus segera melakukan evaluasi terkait mekanisme dan proses pengurusan izin tempat hiburan karaoke. Tujuannya, untuk lebih mengantisipasi terjadinya pelanggaran sekaligus memperketat pengawasan operasional tempat hiburan karaoke agar tidak disalahgunakan.

Hal serupa juga disampaikan, Wakil Ketua Komisi II DPRD, Siti Maryam. Dia menyampaikan, sebelum melakukan kajian ulang terkait proses pengurusan izin tempat hiburan karaoke pihaknya juga akan mengusulkan kepada pimpinan DPRD untuk memanggil instansi terkait. Antara lain, Dinpora, Satpol PP, Tim Adhoc, pengelola tempat hiburan, serta anggota paguyuban pengelola tempat hiburan karaoke.

Hal itu perlu dilakukan untuk pertanggungjawaban proses perizinan sekaligus kepatuhan terhadap Perwal 7/2015. “Dalam evaluasi dalam pemanggilan akan difokuskan pada pengurusan perizinan dan pengawasan tempat hiburan setelah mengantongi izin resmi untuk beroperasi, sehingga sesuai dengan visi dan misi Pemkot Tegal bisa mewujudkan Kota Tegal yang bermartabat,” tandasnya.(RJ)