Sejumlah Pejabat Pemkot Tegal Antre Diperiksa KPK

Jumat 15 September 2017

Sejumlah pejabat Pemkot Tegal tak luput dari pemeriksaan penyidik KPK, Jumat (15/9). Sejumlah pejabat itu antara lain Kasubag Pendapatan Belanja dan Pembiayaan RSUD Kardinah Kota Tegal, Agus Jaya. Disusul Sopir di Bagian Umum Pemkot Tegal, Wahadi dan kontraktor dari Semarang, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Mashar.

Datang memenuhi panggilan penyidik KPK berikutnya adalah Kepala Bappeda Pemkot Tegal, Nur Efendi dan beberapa menit kemudian Kabag Humas dan Protokol Pemkot Tegal, Bintang Takarini. Lalu Kabid Pasar Dinas Koperasi dan UMKM, Aris Suroso dan lainnya. Pejabat penting di Pemkot Tegal yang juga dipanggil penyidik KPK adalah Kepada Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Pemkot Tegal, R. Supriyanta.

Nanum dia tidak datang, karena saat ini sedang berada di mekah. Ketidak hadiran dia, disertakan surat kepada KPK. “Pak Supriyanta saat ini sedang melaksanakan tugas sebagai Tim Pendampingan Haji Daerah (TPHD) sampai dengan 24 September. Saya mendapat tugas mengantar surat pemberitahuan ke penyidik KPK,” kata salah satu staf Bakeuda yang mengantar surat, Heru.

Kepala Bappeda Pemkot Tegal, Nur Efendi saat dikonfirmasi terkait materi pemeriksaan, tidak bersedia menjawab. Dia hanya mengatakan memenuhi panggilan KPK. “Saya dipanggil KPK,” ujarnya singkat. Sedangkan Kabag Humas dan Protokol Pemkot Tegal, Bintang Takarini mengatakan dirinya datang di Aula Bhayangkari Mapolresta Tegal, untuk menyerahkan dokumentasi kegiatan Walikota Tegal non aktif yang saat ini dalam tahanan KPK di Jakarta.

Ketika ditanya apakah dokumentasi kegiatan walikota yang diikuti Amir Mirza, dia tidak menjawab. “Saya diundang bukan untuk diperiksa, tapi hanya mengantar data dokumentasi kegiatan Walikota Tegal nonaktif,” ujarnya singkat. Bintang Takarini hanya sekitar 30 menit menemui penyidik KPK.

Sementara seorang sopir Bagian Umum Pemkot Tegal, Wahadi mengaku kepada penyidik KPK dia pernah mengantarkan amplo 3 kali atas suruhan Heru Prasetya yang saat itu menjadi Plt Kepala Bagian Umum. Amplop itu diserahkan ke Imam Mukrodi, yakni sopirnya Amir Mirza.

“Tapi saya benar-benar tidak tahu isinya. Saya ngertinya isinya surat," ujar Mukrodi yang ditemui saat istirahat siang. Begitu pula dengan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Mashar. Dia enggan menjawab pertanyaan wartawan soal materi yang ditanyakan penyidik KPK. “Baru pendataan, baru pendataan,” ujarnya seraya menuju Masjid Polres Tegal Kota untuk sholat Jumat. (RJ)