Wali Kota Dimintai Keterangan Tim Penilai Akreditasi RSUD Kardi

By: nno
Kamis, 10-01-2019 21:34 wib
14
Share:

Tegal - Selama empat hari, sejak (7/1), Tim Survei Akreditasi Tim Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) melakukan penilaian di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Kardinah, kini giliran Wali Kota Tegal, M. Nursholeh dalam jabatannya sebagai pemilik RSUD Kardinah di wawancarai oleh tim penilai, Kamis (10/1) di Ruang Rapat RSUD Kardinah.

Kepada Wali Kota Tegal, Enam personil tim penilai yang diketuai oleh dr Syamsul Bachri menyampaikan beberapa pertanyaan. Diantaranya pertanyaan bagaimana cara rekruitmen karyawan RSUD Kardinah termasuk penempatan dalam pejabat di RSUD Kardinah.

Mendapatkan pertanyaan tersebut, Wali Kota Tegal menjawab bahwa rekruitmen pegawai di RSUD Kardinah dilakukan secara professional, rekruitmen karyawan di RSUD Kardinah tidak diintervensi oleh pihak luar.

“Jangan Sampai dalam rekruitmen Karyawan RSUD ada kepentingan siapapun” tutur Nursholeh. Menurut Nursholeh, penempatan pejabat di RSUD Kardinah juga ditempatkan sesuai dengan kompetensinya.

Selain itu, Syamsul Bachri juga menanyakan mengapa direktur kardinah masih dijabat seorang Pelaksana tugas (Plt) Direktur, ia menyampaikan kenapa tidak bukan pejabat yang definitive, menanggapi pertanyaan tersebut. 

Wali Kota menjawab bahwa pihaknya terikat dengan aturan bahwa enam bulan sebelum dan sesudah pemilu Kepala Daerah tidak boleh melantik pejabat, kecuali mendapatkan izin dari Menteri Dalam Negeri, namun demikian Ia menyampaikan jika waktu enam bulan setelah pemilukada tersebut, untuk menduduki jabatan tertentu harus melalui lelang jabatan dan hal tersebut membutuhkan waktu. 

Wali Kota berharap setelah dilakukan penilaian dari tim survey akreditasi ini, RSUD kardinah akan mendapatkan hasil yang maksimal yang pada akhirnya adalah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Plt. Direktur RSUD Kardinah, dr.Hery Susanto.Sp.A menyampaikan, bahwa penilaian yang dilakukan oleh tim survey tersebut berlangsung selama lima hari, mulai dari (7/1) sampai (11/1). Kegiatan tersebut sesuai regulasi dimana setiap tiga tahun sekali Rumah Sakit harus menjalankan survei akreditasi untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Selanjutnya, menurut dr. Hery tim survey akan membuat laporan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan setelah itu, dalam satu atau dua bulan kedepan akan diterbitkan sertifikat akreditasi. dr Hery berharap, setelah melaksanakan akreditasi ini, RSUD Kardinah mutu layanan dan keselamatan pasien akan semakin meningkat dan RSUD kardinah bisa paripurna.-(sut)


Aspirasi Warga