Tegal Tabuh Drum 24 Jam Untuk Palu dan Donggala

By: nno
Sabtu, 03-11-2018 11:35 wib
11
Share:

Tegal - Misi kemanusiaan dan donasi untuk musibah yang terjadi di Palu dan Donggala masih menjadi perhatian masyarakat termasuk yang dilakukan oleh Komite Musik Dewan Kesenian Kota Tegal, Jawa Tengah, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kota Tegal dan DPRD KotanTegal menggelar Aksi Tabuh Drum 24 jam.

Aksi tersebut dilaksanakan didepan Pendopo Kota Tegal, dimulai Sabtu (3/11/2018) pukul 09.00 dibuka oleh Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal, Yono Daryono dengan menabuh snare drums dan disambung oleh duet drumers Kota Tegal, Ijig dan Gilang.

Menurut rencana, untuk penutupan pada Minggu, (4/11/2018) pukul 09.00 akan dilakukan oleh Walikota Tegal, HM Nursholeh dan Ketua DPRD Kota, H Edy Suripno SH MH dengan menabuh drum bersama.

Ketua Panitia Gendra Wisnu Buana menyampaikan, misi kemanusiaannya inginmengajak masyarakat untuk berempati terhadap korban gempa tsunami di Palu dan Donggala.

"Kenapa kita main drum 24 jam, karna kita bayangin saudara saudara kita yang menjadi korban pas kena gempa, mereka juga terjaga, bahkan sepanjang malam. Melalui kegiatan ini kita mencoba mengetuk hati masyarakat," kata Gendra.

Untuk tehknis pelaksanaan panitia menyiapkan dua set drum, bagi yang berminat manabuh bebas untuk umum, hanya saja disetiap waktu sholat untuk menghormati dan tidak mengganggu kumandang adzan dari Masjid Agung, vulome tabuh untuk dikurangi, yang penting tabuh drum jalan terus tapi tidak mengganggu kegiatan sholat.

Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal, Yono Daryono menuturkan, selain menumbuhkan solidaritas bagi sesama, kegiatan tersebut juga untuk menghidupan gairah berkesenian khususnya bermain musik. "Ternyata di Kota Tegal ada komunitas pemain drum atau perkusi yang sementara ini kita tidak tahu, ternyata tidak kurang dari pupuhan pemain yang terlibat, mereka dapat berekspresi mengembangkan bakatnya," tutur Yono Daryono yang dikenal dengan tokoh Mang Damin serial TV Swasta Tukang Bubur Naik Haji.(sut)


Aspirasi Warga