Sosialisasi Penempatan Pedagang Pasar Kejambon Alot

By: adm
Selasa, 19-12-2017 08:14 wib
232
Share:

Sosialisasi tentang penempatan pedagang di Pasar Kejambon yang dilaksanakan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Kota Tegal berlangsung alot, Selasa (19/12). Sebab, sejumlah pedagang sembako meminta agar mereka tetap bisa berjualan di lantai satu.



Salah seorang pedagang, Sunarti (50) mengatakan, sejak direlokasi ke tempat pasar darurat selama sembilan bulan, para pedagang selalu menuruti pemerintah. Oleh karena itu, berharap agar dalam penempatan kembali pedagang ke Pasar Kejambon bisa berjualan di lantai dasar. Sebab, tangga untuk menuju ke lantai dua terlalu tegak dan sempit, sehingga sangat menyulitkan ketika mengangkut barang dagangan. "Kami sebenarnya senang adanya pembangunan Pasar Kejambon, namun kami meminta agar tangga untuk diperbaiki. Kalau pedagang sembako ditaruh ke lantai atas terlalu berat," ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan pedagang lain, Nurhayati (58). Menurut dia, para pedagang mengucapkan terima kasih atas pembangunan Pasar Kejambon. Namun keberataan apabila ditempatkan di lantai atas karena beban dan resikonya sangat berat. "Kami minta diberikan kebijakan untuk bisa menempati di lantai bawah atau di bawah tangga dan berjanji tidak akan membawa lemari," katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Khaerul Huda mengemukakan, Pasar Kejambon merupakan pasar semi modern, Untuk penempatan pedagang akan menggunakan sistem zonasi. Yakni, lantai satu diperuntukkan bagi pedagang yang tidak menaruh lemari, seperti pedagang sayur dan buah. Hal itu dilakukan agar biar terbuka, tertib dan bersih. Sedangkan, untuk lantai dua diperuntukkan bagi pedagang sembako."Kami melakukan sosialisasi untuk meminta saran dan masukan dari pedagang," katanya.

Dia menegaskan, Pasar Kejambon dibangun dengan tujuan untuk peningkatkan ekonomi para pedagang dan pihaknya tidak memungut biaya apapun untuk penempatan los dan kios. Apabila ada oknum yang meminta uang harus dilaporkan, sehingga bisa ditindak tegas.

Chairul mengatakan, penataan dengan sistem, zonasi untuk menciptakan keadilan. Dengan adanya penyeragaman sesuai jenis barang dagangan, maka dagangan akan laku. Selain itu, dari sisi keamanan juga lebih menjamin karena akan dilakukan penjagaan oleh petugas. "Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pedagang. Kami berharap pedagang bisa kerasan dan bisa berjualan secara baik," tandasnya.(WN)


Aspirasi Warga