Dalang Bule, Manggung Di Tegal

By: nno
Rabu, 08-08-2018 18:42 wib
81
Share:

Tegal - Dalang Wayang Kulit Gagrak Cirebonan asal Inggris Prof Mathew Isaac Coheen manggung di Alun-Alun Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa (7/8/2018) malam.

Mathew membawakan lakon “Ekalaya Pralaya" cerita yang dikenal dalam wayang jawa sebagai lakon palguna palgunadi menceritakan, Ekalaya murid Dorna yang tidak tercapai akhirnya menggunakan patung dorna sebagai guru memanah.

Dalam satu pertarungan terbukti Ekalaya lebih pandai memanah dibandingkan Arjuna. Arjuna menuntut dorna karena ada pemanah yg lebih ulung dan ternyata ekalaya murid dari patung drona. Akhirnya arjuna meminta dorna untuk memenangkan dirinya atas kepandaian ekalaya dan itu diiyakan oleh dorna dg meminta cincin yg melekat di jari manis.

Cincin tidak bisa dilepas dan bisa terlepas dengan memotong jari ekalaya. Setelah cincin dan jari terlepas, ekalaya mati Arjuna berhasil mendapatkan predikat sebagai pemanah nomor satu sejagad.

Plt Wali Kota Tegal, HM Nursholeh menyampaikan, apresiasinya kepada dalang Mathew, atas usahanya sebagai orang luar Indonesia yang mencintai dan turut melestarikan budaya Indonesia seni wayang.

Nursholeh berharap masyarakat Kota Tegal bisa turut melestarikan budaya asli Indonesia berupa seni Wayang, karena menurutnya wayang merupakan salah satu pilar budaya Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dinar Marnoto menyampaikan, acara pementasan wayang ini kerjasama antara Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Pemerintah Kota Tegal.

Dalang Mathew juga bersama empat orang pengrawit berasal dari Inggris. Selain untuk memeriahkan HUT RI ke-73 juga untuk menelusuri jejak penghayatan Mathew sebagai seorang dalang yang belajar di tlatah Cirebon, merupakan rangkaian pementasan 10 kota dari Subang Purwakarta, Majalengka, Cirebon tiga lokasi, Indramayu, Brebes dan terakhir mentas di Kota Tegal.

Menurut Dinar, setelah pentas di kota Tegal, Mathew akan pentas di Solo, dalam perhelatan “Back to Home” dimana seniman-seniman luar negeri yang mempelajari tradisi gamelan dan wayang akan pulang ke Indonesia sebagai rumah kedua, untuk reuni sekaligus mentas bersama.

"Pementasan berdurasi tiga jam, dari pukul 22.00 hingga pukul 24.00 diharapkan masyarakat Kota Tegal, bisa menikmati dan mengambil pelajaran serta hikmah yang terkandung dari kisah cerita tersebut," harap Dinar.-(nin)


Aspirasi Warga