Budayawan Tegal Susun Terjemahan Al Quran Bahasa Tegalan, Ini Pendapat MUI

By: nno
Senin, 06-08-2018 10:35 wib
98
Share:

Tegal- Terinspirasi dari Al Quran yang diterjemahkan dengan bahsa Banyumas, Jawa Tengah, budayawan Tegal, Atmo Tan Sidiq bersama tim yang terdiri dari beberapa budayawan asal Tegal telah bertemu dengan penyusun Al Quran terjemahan bahasa Banyumas, Ahmad Tohari untuk mendiskusikan dalam penyusunan menyusun Alquran terjemahan Bahasa Tegalan.

"Beberapa hari yang lalu kami sudah ke rumah Ahmad Tohari untuk berkonsultasi bagaiamana proses penyusunan Alquran terjemahan bahasa derah itu," kata Atmo, Senin (6/8/2018).

Tujuan penyusunan itu, kata dia, agar masyarakat yang menggunakan bahasa daerah bisa memahami makna Alquran dengan baik.

"Nantinya, yang akan membuat terjemahan Alquran itu dari tim ahli Kementerian Agama. Kami memberikan masukan kosakata yang merupakan asli Tegal," ucapnya.

Ia juga berharap dalam proses penyusunan tidak ada kendala dalam menemukan kosakata yang memiliki padanan Bahasa Tegalan. Saat Ahmad Tohari menyusun Alquran dalam Bahasa Banyumasan, ia kesulitan menemukan padanan kata homoseks dan lesbian pada Alquran yang menceritakan umat Nabi Luth. Beberapa kosakata Bahasa Indonesia yang di dalam Bahasa Tegalan tidak ada.

Ketua MUI Kota Tegal, KH Abu Chaer An Nur menyampaikan, membuat terjemahan atau tafsir Al Quran silahkan saja tapi itu harus ahlinya. Karena Al Quran kitab suci dan sebagai pedoman bagi umat Islam. Seperti ahli tafsir yang menguasai bahasa arab sampai dengan kesastraannya, kadang ada padan kata, bukan hanya sekedar tahu arti kata saja.

Abu Chaer Annur menegaskan, para pelaku harus menguasai tentang sebab sebab yang menyertai turunnya ayat ayat Al Quran, ayat ini turun ada kejadian apa, itu yang disebut asbabul nusul atau kejadian yang mengiringi turunnya ayat Al Quran, tahu persis ayat ini diturunkan untuk apa.

"Saya tidak bisa melarang ada orang yang punya keinginan untuk membuat terjemahan Al Quran kedalam bahasa Tegalan, tetapi jangan sampai asal asalan harus ada orang yang ahli, harus ada kajadian yang mendalam," pungkas Abu Chaer.-(nin)


Aspirasi Warga