DPRD dengan PT KAI Belum Ada Titik Temu

By: nno
Senin, 06-08-2018 12:59 wib
134
Share:

Tegal - Rapat Koordinasi (Rakor) antara PT KAI Daops IV Semarang dengan DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah terkait penggusuran warga belum ada titik temu. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Tegal, H Edy Suripno SH MH saat rapat koordinasi dengan PT KAI Daops IV Semarang di ruang Komisi I DPRD Kota Tegal, Senin (6/8/2018). "DPRD sangat menyayangkan PT KAI yang tidak koordinasi dengan Pemerintah Kota Tegal, terkait akan menggusur warga RT 4 dan RT 19 RW 7 Kelurahan Pangungg, Kecamatan Tegal Timur, meskipun itu lahan milik PT KAI" tutur Edi Suripno. VIP PT KAI Daops IV Semarang, Yosita menyampaikan, rencana penertiban lahan milik PT KAI yang ditempati warga RT 4 dan 19 RW 7 Kelurahan Panggung yang akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal, 3 September 2018 mendatang sudah investasi utk buat mesin bubut dan jalur trek mesin bubut Pt KAI pada awal th 2019, lahan tersebut untuk ruang bengkel mesin bubut yang akan dikerjakan awal tahun 2019. "Warga yang tinggal di tanah aset PT KAI tidak pernah ada hubungan kontrak dan PT KAI akan memberikan konpensasi kepada warga sesuai ketentuan dari direksi untuk ongkos bongkar bangunan sebesar Rp 250.000 per meter," kata Yosita. DPRD berharap ada pertemuan lanjutan dengan PT KAI dengan pihak Pemerintah Kota Tegal, untuk mencari solusi yang terbaik Hadir Ketua DPRD Kota Tegal, H Edy Suripno SH MH, Wakil Ketua Anshori Faqih, beberapa anggota DPRD Kota Tegal lainnya. VIP PT KAI Daops IV Semarang, Yosita beserta jajaran aset PT KAI Daops IV Semarang, GM PT KAI Tegal, Tukiran Humas PT KAI Tegal, Supraptono. Sebelumnya, puluhan warga menggerudug gedung DPRD Kota Tegal, mengadu kepada anggota DPRD sehubungan tempat tinggal mereka akan digusur. Menurut warga, merasa keberatan atas keputusan PT KAI dengan kompensasi Rp 250.000 per meter.-(nin)


Aspirasi Warga