Penataan dan Inventarisasi Aset Menjadi Prioritas

By: nno
Selasa, 10-07-2018 22:51 wib
14
Share:

Tegal - Penataan dan inventarisasi aset menjadi prioritas dalam penggunaan dan pelaksanaan APBD. Langkah tersebut, menjadi salah satu upaya untuk meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan. Hal itu disampaikan oleh Plt Walikota Tegal, HM Nursholeh dalam Rapat Paripurna dengan agenda Jawaban Walikota Terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Tegal atas Raperda Tentang LPP APBD TA 2017, Selasa (10/7/2018). Rapat Paripurna tersebut, dipimpin Wakil Ketua Anshori Faqih dan Wasmad Edi Susilo didampingi Plt Walikota Tegal Nursholeh serta dihadiri seluruh jajaran Forkompinda, Kepala OPD, instansi pemerintah dan tamu undangan. Menanggapi pendapat dari sejumlah fraksi terkait target untuk membidik opini WTP dalam LHP BPK, pihaknya segera melakukan penataan sekaligus inventarisasi aset. Selain itu, pelaksanaan verifikasi atas hasil inventarisasi aset juga menjadi target dalam evaluasi sebagai acuan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBD di akhir tahun 2018 mendatang. Pemkot Tegal juga akan menindaklanjuti catatan BPK RI antara lain membuat koreksi internal. Bahkan, melaksanakan penagihan tindak lanjut hasil pemeriksaan kepada OPD yang terdapat temuan secara intensif berdasarkan Action Plan yang telah disepakati OPD dengan BPK. Dalam penyusunan APBD Pemkot Tegal, senantiasa berpedoman pada ketentuan umum penyusunan APBD yang diterbitkan oleh pemerintah. Sehingga, alokasi anggaran yang direncanakan oleh masing-masing OPD mengacu pada tugas dan fungsi serta pencapaian target yang telah ditetapkan pada RPJMD. Sedangkan, program kegiatan yang berkaitan langsung dengan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat masih menjadi prioritas karena merupakan prioritas pembangunan dalam RPJMD 2014-2019.-(nin)


Aspirasi Warga