Dishub Tidak Bisa Berbuat Banyak Soal OJOL

By: nno
Senin, 14-05-2018 01:06 wib
34
Share:

Tegal - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal menyatakan, tidak bisa berbuat banyak terkait kebijakan manajemen aplikasi transportasi ojek online (ojol) yang menurunkan tarif dasar. Hal itu, terungkap dalam Rapat Koordinasi antara Dishub, Diskominfo dan Komisi III DPRD Kota Tegal, Senin (14/5/2018).

Kepala Dishub Herviyanto mengatakan, hingga saat ini jumlah armada transportasi umum berbasis daring mencapai 8.240 sepeda motor dan 1.320 unit mobil. Bahkan, dengan keterbatasan untuk menggelar koordinasi dengan manajemen aplikator dari penyedia jasa transportasi berbasis daring tersebut sulit dikendalikan. Sehingga, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk memenuhi tuntutan mitra kerja yang sempat menggeruduk kantor DPRD belum lama ini.

"Sebagai tangan panjang dari Pemkot, kami tidak bisa mengendalikan karena faktanya manajemen aplikator sulit ditemui," terang Hervi.

Melalui surat resmi pihaknya sudah berulang kali mengundang perwakilan manajemen aplikator sebagai penyedia jasa transportasi umum berbasis daring untuk berkoordinasi. Bahkan, pihaknya mengaku sudah menyiapkan sejumlah tawaran alternatif untuk menyikapi kebijakan pemerintah pusat yang bisa diberlakukan di Kota Tegal.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108/2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek semua sudah dijabarkan.

Ketua Komisi III, Sodik Gagang menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dishub dan Dinas Komunikasi dan Informatika pihaknya mengaku masih mengupayakan solusi terkait kebijakan daerah tentang ojek online.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengakomodir tuntutan mitra kerja yang berharap Pemkot dan DPRD sebagai pemerintah daerah bisa memberikan solusi konkret.

Jika mengacu aturan pusat, jelas keberadaan ojek online harus dibatasi. Tapi nyatanya, sulit untuk dikendalikan karena pihak aplikator terus menjual,"ujar Sodik.-(nin)


Aspirasi Warga