3.000 Warga Diusulkan Verifikasi E-KTP

By: nno
Senin, 12-03-2018 16:34 wib
112
Share:

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal mengusulkan sekitar 3.000 warga untuk menjadi target verifikasi kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Jumlah tersebut merupakan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih berdasarkan sebaran penduduk di empat kecamatan yang mengerucut menjadi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP). Ketua KPU, Agus Wijonarko mengatakan, berdasarkan coklit data pemilih yang bersumber dari jumlah kependudukan sebanyak 3.000 pemilih belum mengantongi E-KTP. Karena itu, perlu dilakukan verifikasi ulang terhadap syarat kepemilikan E-KTP sebagai identitas warga untuk menggunakan hak pilihnya. Sebab, berdasarkan UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum semua warga yang sudah memasuki usia 17 tahun berhak untuk didata sebagai pemilih."Awal pekan ini kami segera melayangkan surat ke Disdukcapil untuk verifikasi terhadap 3.000 warga temuan hasil DPHP," katanya. Menurut dia, meski sudah terdaftar sebagai pemilih, warga yang bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilu harus dibuktikan dengan kepemilikan identitas resmi, seperti E-KTP atau Surat Keterangan (Suket) Pengganti. Selain itu, mengacu hasil DPHP pihaknya juga mencatat sebanyak 190 orang yang masuk kategori hilang ingatan tapi masih terdaftar sebagai pemilih. Namun, pihak keluarga tidak bisa atau enggan menunjukkan surat keterangan dari rumah sakit atau dokter jiwa. Anggota KPU, Thomas Budiono menambahkan, berdasarkan hasil coklit DPHP pihaknya juga mencantumkan sejumlah temuan pendataan pemilih yang harus dicoret dengan berbagai alasan. Antara lain, banyaknya warga yang pindah domisili, ditemukannya pemilih ganda baik identitas atau satu nama terdaftar dua kali, hingga belum mengantongi KTP-el atau suket. "Temuan lainnya, yakni tidak dikenal, ubah data, meninggal, dibawah umur, dan TNI/Polri," tandasnya.(wn)


Aspirasi Warga