Ketua Dewan Mengaku Prihatin Dengan Pengelolaan Keuangan RSU Kardinah

By: adm
Sabtu, 08-07-2017 14:52 wib
18
Share:

Sabtu 8 Juli 2017

Ketua DPRD Kota Tegal H Edy Suripno SH MH mengaku prihatin dengan system pengelolaan keuangan di Rumah Sakit Umum Kardinah Kota Tegal. Keprihatinman itu muncul setelah mengetahui LHP BPK atas pengelolaan keuangan rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Menurut Edy Suripno, berdasarkan LHP BPK, di RSUD Kardinah, banyak pengeluaran anggaran yang hanya didasari pada peraturan Direktur sehingga hal ini dinilai oleh BPK tidak dapat dibenarkan. Seharusnya dasar pembayaran ditetapkan oleh Peraturan Kepala Daerah (Perwal) tetapi direktur tanpa Perwal membikin petunjuk tehknis tentang pembagian jasa pelayanan tidak langsung.

Begitu pula penetapan besaran jasa pelayanan tidak langsung, berupa dana operasional yang digunakan untuk operasional direktur dan wakil direktur serta dana Tabungan Hari Raya (THR) sebesar Rp 4.409.204.710. Dalam rincian tersebut dana operasional untuk direktur sebesar Rp 1.852.977.412, sedangkan dana operasional Wakil Direktur Pelayanan sebesar Rp 141.288.876.

Dana operasional wakil direktur dan keuangan sebesar Rp 348.406.414 (dana operasional) yang kesemuanya digunakan untuk membiayai kegiatan yang tidak dapat dipertanggunjawabkan dan diberikan melalui transfer rekening pribadi direktur masing-masing. Sedangkan dana sebesar Rp 2,136 miliar digunakan untuk memberikan Tabungan Hari Raya yang dibagikan kepada seluruh karyawan RSUD Kardinah.

Dana yang dibagaikan kepada karyawan menggunakan kebijakan yang tidak tertulis dan tidak sesuai dengan indek. Pemberian THR berdasarkan azas sama rata hingga besaran nilainya sesuai kebijakan direktur.(RJ)


Aspirasi Warga