Banyak Proyek Fisik Dikerjakan Asal-asalan

By: adm
Selasa, 20-12-2016 13:01 wib
5

Selasa 20 Desember 2016

Komisi III DPRD Kota Tegal, mengkritisi terhadap sejumlah proyek yang hingga akhir Desember 2016 ini tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah ditentukan. Hasil dari kunjungan lapangan telah ditemukan beberapa proyek terutama pada pekerjaan fisik yang tidak bisa selesai sesuai kalender.

 ”Disamping tidak bissa selesai sesuai jadwal, ada sejumlah proyek yang pekerjaannya tidak memuaskan atau asal-asalan, terutama pada proyek pekerjaan fisik berupa saluran yang berlokasi di sepanjang Jalan Mataram Kota Tegal, untuk bagian sebelah barat jalan. Pasangan tidak rata dan tidak lurus sepertinya pekerjaan dipaksakan kemungkinan untuk mengejar waktu namun dampaknya pada kualitas pekerjaan yang tidak memenuhi harapan,” tutur Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, Sutari SH MH kemarin.

“Perbedaaan sangat menyolok sekali apabila dibandingkan dengan pekerjaan yang sama untuk bagian sebelah timur jalan yang sudah terpasang sebelumnya.”katanya.

Komisi III DPRD Kota Tegal, juga menyayangkan untuk proyek pekerjaan Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, disamping pekerjaannya tidak memenuhi target, lokasinya sangat berdekatan berjarak sekitar 100 meter dari TPST Kelurahan Tunon, Kecamatan Tegal Selatan.

Komisi III juga tidak menemukan papan yang dikeluarkan dari dinas terkait. Proyek pekerjaan peninggian jembatan jalan siuntung dengan biaya Rp 414.447.000,- sunber dana dari DAK IPD juga bernasib sama dengan waktu penyelesaian 60 hari kalender bakal tidak bisa selesai pada waktunya.

Hal serupa pada Perbaikan jembatan Jalan Panggung Timur, batas waktu 25 Desember 2016 bakal tidak terpenuhi. Setelah rombongan Komisi III DPRD Kota Tegal, tiba di lokasi pekerjaan pembangunan Gedung Olah Raga Mini di Kecamatan Tegal Selatan,Kota Tegal, ternyata pekerjaannya hanya baru sekitar 35 persen, sedangkan pkerjaan dimulai pada 27 Juli 2016 dan harus selesai 23 Desember 2016.

Proyek pekerjaan dengan anggaran Rp 8.729.600.000,- juga bermasalah dengan waktu penyelesaian. Belum lagi proyek pekerjaan urugan Sport Center yang ada di Wilayah Pesurungan Lor juga tidak bisa tepat waktu penyelesaiannya. (RJ)

 

 

 


Aspirasi Warga