Pemkot Didesak Segera Tuntaskan Penyertifikatan Tanah

By: adm
Jumat, 18-11-2016 21:46 wib
17
Share:

 Jumat 18 November 2016

Pemkot Tegal di8desak segea menuntaskan penyertifikatan tanah di pemukiman warga blok perumahan Sub Inti, Martooloyo, Tegal Timur. Hal itu disampaikan Ketua Pansus I DPRD Kota Tegal, Rahmat Raharjo, Jumat (18/11).Pansus I DPRD sepakat akan mengambil pilihan dengan meminta fasilitasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk menyelesaikan tentang persoalan tersebut.

"Kami juga mendorong Tim Pemkot untuk menyampaikan kepada Wali Kota segera membuat surat permohonan kepada Mendagri. Apabila nanti ada fasilitasi dari Mendagri, Pansus I DPRD tinggal memberikan rekomendasi," tegas Rachmat Raharjo.

Menurut Rahmat, sesuai target seharusnya tentang program sertifikat bisa diselesaikan maksimal akhir tahun 2016. Selama ini, persoalan tersebut telah berlarut-larut karena belum ada serah terima pengelolaan ke Pemkot Tegal. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi target tersebut. Langkah awal yaitu memperoleh data-data dari masyarakat langsung melalui perwakilan masyarakat. Setelah itu, menggelar rapat kerja dengan Tim Pemkot tentang pembentukan tim khusus terkait persoalan permohonan tanah.

"Hak-hak masyarakat perlu kita dorong untuk bisa ada penyelesaian. Sebab, tujuan dibentuknya Pansus I di DPRD sebagai bentuk respon dari keseriusan DPRD Kota Tegal terhadap permohonan masyarakat karena persoalan ini sudah muncul sejak tahun 2008,” terangnya. Rachmat mengemukakan, untuk mempercepat proses penyelesaian, Pansus I DPRD juga melakukan studi banding ke Semarang, Pekalongan dan Salatiga. Sebab, di Semarang sudah ada 300 rumah yang dibangun dengan Bantuan Presiden (Banpres) pada tahun 1982-1983.

Selain itu, sesuai instruksi dari Gebernur Jateng ada 22 daerah Kabupaten/Kota yang juga mendapatkan bantuan Banpres dan dana bergulir. “Untuk di Kota Tegal, selain mendapatkan Banpres, juga mendapatkan dana bergulir serta bantuan dari APBD 1,” katanya.

Rachmat menambahkan, untuk menindaklanjuti masalah itu, Pemkot Tegal juga sudah terbentuk tim pengarah dan tim teknis. Kedua tim tersebut sudah koordinasi dengan DPRD dan melakukaan pendataan serta pemetaan wilayah. Oleh karena itu, dengan adanya studi banding ke Semarang, Pekalongan dan Salatiga diharapkan persoalan tanah bisa segera tuntas.(RJ)

 

 

 


Aspirasi Warga