Draf Raperda Inisiatif Tentang Olah Raga Ditargetkan Rampung Akhir 2016

By: adm
Jumat, 04-11-2016 07:45 wib
2

DPRD Kota Tegal kini sedang menyusun draf raperda inisiatif tentang penyelenggaraan olahraga. Sesuai target, raperda tersebut diharapkan bisa selesai tahun 2016 dan ditetapkan tahun 2017. Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD, Sutari, kemarin.



Menurut dia, perda tersebut akan memberikan dorongan kepada Pemkot Tegal ataupun masyarakat agar ikut terlibat langsung dalam hal alokasi anggaran, tenaga, pikiran maupun materi, sehingga menjadi budaya berolahraga. ”Roh dari olah raga yaitu ketika seluruh unsur secara bersama - sama kompak untuk memajukan olahraga,” katanya.

Dia mengemukakan, apabila Pemkot Tegal menyediakan anggaran yang cukup, para orang tua pasti mendorong anak-anaknya untuk menggeluti olahraga berprestasi sehingga bisa seiring sejalan. Jumlah anggaran yang diajukan KONI Kota Tegal pada tahun 2016 mencapai Rp 3,7 miliar. Namun realisasinya hanya bisa digunakan sekitar Rp 3,5 miliar. "Anggaran digunakan untuk 38 cabang olahraga. Adapun kebutuhan anggaran yang cukup besar antara lain untuk pelatihan atlet berprestasi, biaya pelaksanaan kegiatan baik luar daerah maupun dalam kota, serta penyediaan sarana prasarana pokok seperti lapangan," ujarnya.

Sutari menagatkan, selama ini prasarana olah raga di Kota Tegal belum dimiliki setiap cabang olahraga. Sedangkan untuk kelengkapan olah raga terkadang juga masih disediakan oleh para atlet sendiri. Sejumlah cabang olahraga unggulan di Kota Tegal, antara lain, tenis, panahan, balap sepeda, renang, tarung drajat dan panjat.

Dia menambahkan, untuk mengikat atlet agar tidak pindah ke wilayah lain, juga perlu disediakan bonus prestasi dan dana pembinaan khusus bagi atlet berprestasi setiap bulan. Meskipun demikian, masih ada sejumlah atlet yang memilih pindah, seperti petenis Lavenia Tananta memilih pindah ke Semarang. Hal itu diperkirakan karena menilai kesejahteraan belum maksimal. ”Seharusnya antara atlet potensial yang dimiliki dan sudah berprestasi harus ada anggaran yang cukup agar mereka tidak pindah. Jumlah anggaran tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan cabang olahraga,” tandasnya. (WN)


Aspirasi Warga