Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Mushola Akper Pemkot Ambruk

By: adm
Senin, 26-10-2015 12:01 wib
28
Share:

 Senin 26 Oktober 2015

Tinggal dua hari lagi tepatnya tangal 28 Oktober 2015, pemborong (rekanan) CV Lintang yang beralamat di Jalan Kudus Nomor 47, Debong Tengah, Kota Tegal, pelaksana proyek rehab mushola Akademi Keperawatan (Akper) Kota Tegal Jalan Dewi Sartika Nomor 1, Kota Tegal, Jawa Tengah, akan menerima pembayaran. Namun Tuhan berkehendak lain, pasalnya pada hari Senin (26/10) tiang penyangga proyek tersebut roboh.

Ketua LSM Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK), Udin Amuk mengatakan robohnya tiang proyek rehab mushola tersebut diduga ada pengurangan volume, atau tidak sesuai speck terutama pada besi tulang. Menurutnya, pengurangan volume merupakan perbuatan korupsi, untuk itu penegak hukum harus bertindak.

“Jangan sampai karena masih dalam pekerjaan lantas cukup dengan perbaikan, ini jelas-jelas korupsi,” kata Udin. Ditambahkan, untungnya proyek tersebut belum jadi dan belum digunakan, sehingga tidak ada korban jiwa. “Coba kalau sudah selesai dan sudah digunakan, kemungkinan ada korban jiwa,” imbuhnya.

Sementara PPKOm Pembangunan Musola Akper Pemkot, Sadar, ketika dikonfirmasi terkesan menutup- nutupi. Bahkan, dia juga menolak untuk bisa menunjukan RAB pekerjaan yang katanya memiliki nilai Rp 189,9 juta. 'Ya, dalam tahap I nilainya Rp 189,9 juta dan sesuai jadwal akan selesai 28 Oktober 2015 ini,' jelasnya.

Ditambahkan, dalam tahap I ini memang pengerjaannya hanya pondasi, dan mendirikan sejumlah tiang penyangga hingga pemasangan sabuk. 'Menurut penilaian saya, ambruknya tiang lantaran beton belum terlalu kering namun sabuk keburu dilepas, jadi tidak ada kekuatan. Kemungkinan juga kualitas dari olahan semen hingga konstruksinya yang kurang maksimal,” imbuhnya.

Pantauan di lapangan, sesuai papan proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal melalui Dinas Kesahatan (Dinkes), mengadakan proyek rehab mushola Akper di Jalan Dewi Sartika Nomor 1, Kelurahan Debong Kulon, yang dikerjakan oleh CV Lintang dengan nilai proyek sebesar Rp 188,9 juta. Pelaksanaan mulai 01 Juli 2015 dan selesai 28 Oktober 2015. Namun pekerjaan belum selesai, Senin 26 Oktober 2015 tiang penyangga yang terbuat dari beton itu roboh.(RJ)

 

 

 


Aspirasi Warga