BK DPRD Dalami Kasus Makelar Jabatan

By: adm
Minggu, 07-06-2015 10:00 wib
27
Share:

Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Tegal kini terus mendalami terhadap adanya kasus dugaan tentang pelanggaran kode etik yang dilakukan oknum anggota DPRD berinisial SP. Dalam proses klarifikasi dua orang saksi telah dimintai keterangan oleh BK DPRD, yaitu AM yang berdinas di Sekretariat DPRD dan NK yang berdinas Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tegal.


Juru bicara BK DPRD, Abas Toya Bawasier, Minggu (7/6) mengatakan, dari keterangan yang disampaikan oleh dua saksi masih dikaji dan didalami. Apabila diperlukan, akan dilakukan pemanggilan terhadap oknum anggota DPRD yang dinilai sebagai saksi kunci. "Saat ini kami belum melayangkan surat resmi. Apabila, nanti diperlukan akan kami panggil untuk dimintai penjelasan," katanya.

Dia mengemukakan, dalam proses klarifikasi terhadap saksi dilakukan secara tertutup di ruangan BK lantai II Gedung DPRD Kota Tegal. “Kami akan bekerja secara professional tanpa tekanan dari pihak manapun. Jika nanti terbukti ada anggota yang melakukan jual beli jabatan maka BK akan memberikan sanksi  sesuai ketentuan. Kami akan bertindak secara hati-hati dan mengutamakan objektifitas,” tegasnya.

Sementara itu, AM usai dimintai keterangan menolak diwawancarai dan tidak berkomentar apapun seputar pertanyaan yang diajukan oleh BK. Seperti diberitakan sebelumnya, BK DPRD melakukan pengusutan dugaan pelanggaran kode etik terkait adanya kabar yang berkembang melalui rekaman yang diunggah di youtube tersebut menyangkut terhadap kehormatan kelembagaan DPRD. Hal itu merupakan tanggungjawab dari BK DPRD untuk memastikan benar atau tidaknya kabar tersebut. (WN)


Aspirasi Warga