|
|
Home
|
Oleh Adminstrator
|
|
Sunday, 20 May 2012 |
Menteri Pertanian Ir H Suswono MMA mengaku prihatin dengan kondisi semakin sempitnya lahan pertanian produktif di daerah. Hal itu terjadi karena masih banyak bupati maupun wali kota hingga saat ini kurang perhatian tentang masalah pertanian.
Demikian disampaikan Suswono disela-sela berkunjung di SMK Ihsaniyah Kota Tegal, Minggu (20/5). Menurut dia, untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya meminta kepada kepala daerah khususnya bupati maupun wali kota untuk menerbitkan peraturan daerah (perda) tentang pembatasan areal pertanian. "Meski saat ini ketahanan pangan di Indonesia masih cukup kuat, namun hal itu harus tetap dijaga agar tidak sampai ada impor," katanya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh Adminstrator
|
|
Friday, 18 May 2012 |
Pemkot Tegal kini terus berupaya untuk mematangkan persiapan agar bisa meraih penghargaan sebagai kota terbersih pada penilaian Adipura tahun 2012. Antara lain, menggalakkan sosialisasi tentang kebersihan kepada masyarakat dan siswa sekolah serta melakukan penghijauan.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Sugiyanto, Jumat (18/5), pihaknya kini melakukan penghijauan di sejumlah jalan protokol di Kota Tegal. Antara lain, di ruas Jalan Veteran, Jalan A Yani, Jalan Diponegoro dan Jalan Cokro Aminoto. "Jumlah pohon yang ditanam sekitar 500 pohon. Yakni, jenis pohon glodokan dan angsana," katanya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh Adminstrator
|
|
Friday, 18 May 2012 |
Tentukan Rekanan Proyek Rehab TPI TEGAL - Agar permasalahan rehab Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tahun 2011, yang dikerjakan CV Wahyu Armada tak terulang kembali, pada kelanjutkan rehab 3 TPI tahun 2012 dengan anggaran Rp595.757.000. Dinas Pertanian dan Kelautan (Dislatan) diminta tidak gegabah, dalam menentukan pemenang lelang. Sehingga bukan berarti penawar termurah jadi pemenang, tapi harus dilihat kinerja rekanan. Anggota DPRD Kota Tegal, Rachmat Rahardjo meminta agar tahapan penyelesaian rehab 3 TPI dan fasilitas serta sarana dan prasarana (sarpras) di dalamnya, terlebih dahulu disosalisasikan pada masyarat. Terutama nelayan dan bakul ikan. Karena mencuat masalah protes dari mereka. Sebab belum ada informasi dari Pemkot. Dalam hal ini Dislatan selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SPD), yang bertanggung jawab masalah pengelolaan TPI, pasca pengalihan dari Pemerintah Propinsi (Pemprop) Jawa Tengah pada Pemkot. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh Adminstrator
|
|
Thursday, 17 May 2012 |
Wali Kota H Ikmal Jaya SE Ak diminta untuk segera memberikan penjelasan secara tertulis dengan penjelasan yang rinci serta dilengkapi dengan data-data terkait pelaksanaan tukar guling tanah milik Pemkot dengan tanah milik CV Tridaya Pratama dan PT Ciputra Optima Mitra yang berada di kawasan Bokong Semar.
Hal itu disampaikan Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal, Rofi'i Ali, kemarin. Menurut dia, Selain itu Pemkot juga harus bisa menjelaskan dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan kenapa rencana pengadaan tanah untuk TPA Bokong Semar yang awalnya sudah ditetapkan oleh DPRD dengan cara membeli tanah, kemudian beralih dengan sistem tukar guling."Ketetapan DPRD atau Perda merupakan produk hukum tertinggi di daerah yang harus ditaati oleh Pemkot. Dengan demikian, semua kebijakan yang sudah tertuang dalam Perda wajib dilaksanakan dengan tanggungjawab oleh Pemkot," tegasnya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh Adminstrator
|
|
Tuesday, 15 May 2012 |
|
Selasa 15 Mei 2012 TEGAL- Panitia rekrutmen calon direktur PDAM Kota Tegal yang sudah berhasil mengantongi 4 nama pendaftar yang dinyatakan lolos administrasi, diminta tetap bertugas sesuai komitmen keprofesionalan dan tidak menyimpang dari aturan yang dijadikan konsideran. Hal itu disampaikan Walikota tegal H Ikmal Jaya SE Ak saat diminta menyikapi ke-4 nama yang dinyaakan lolos seleksi administrasi, Selasa (15/5). “Panitia harus bebas dari intervensi pihak manapun. Dan dari 4 nama yang dinyatakan lolos seleksi administrasi nantinya akan mengikuti tes tertulis di tahap selanjutnya. Kami sangat berharap bisa memiliki direktur PDAM yang piawai dalam mengupayakan perbaikan di sector sosial khususnya ketersediaan sarana air bersih yang melimpah,” kata Ikmal. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Oleh Adminstrator
|
|
Tuesday, 15 May 2012 |
Tim Penghitung Ganti Rugi Pasar Pagi yang dibentuk oleh Pemkot Tegal hingga kini masih kesulitan mengumpulkan data untuk inventarisasi aset. Meskipun, demikian proses perhitungan jumlah ganti rugi akan terus dilakukan dan ditargetkan bisa selesai sebelum ubahan anggaran tahun 2012.
Hal itu disampaikan Ketua Penghitungan Ganti Rugi Pasar Pagi Kota Tegal, Sugeng Suwaryo SSos, Selasa (15/5). Menurut dia, dalam proses pengumpulan data-data tahap awal pihaknya menemukan adanya selisih tentang luasan lahan. Oleh karena itu, diperlukan adanya kroscek kepada para pedagang maupun pihak-pihak yang terkait termasuk investor pembangunan Pasar Pagi. "Kami dalam menjalankan tugas ini sangat berhati-hati dan perlu melakukan kroscek dengan pihak-pihak terkait termasuk pedagang. Dan kami berharap tidak ada pihak yang dirugikan, baik Pemkot maupun investor," ujarnya. |
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Lanjut > Akhir >>
| | Hasil 1 - 16 dari 1680 |
|
|